Berbagi Cerita Santri Al-Ikhlash di Sudan

Sebagai alumni Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash tahun 2017 mengucapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash dan seluruh dewan guru yang telah memberikan support dan do’a yang begitu hebat kepada kami hingga kami diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di negeri Sudan ini.

Sudan adalah negara yang terletak di bagian Timur Laut Afrika yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia, negara yang dijuluki dengan negeri samudera ilmu ini dikenal dengan sikap masyarakatnya yang ramah, sopan, santun dan mencintai para penuntut ilmu yang datang ke negeri ini sehingga suasana menuntut ilmu menjadi nyaman.

Banyak orang yang belum mengetahui sisi lain negara ini, banyak keindahan di negara yang terletak di gurun sahara ini, selain itu kemurnian Tsaqofah Islamiyah yang masih kental dan sangat terjaga oleh para ulama menjadi kunci kemajuan negara ini. Bagi kami itu semua adalah bonus dari perjalanan kami selama menimba ilmu di negeri yang dilalui oleh sungai legendaris, Sungai Nil.

Bahasa Arab dan ilmu pengetahuan lain yang didapatkan ketika menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash sudah sangat membuat kita percaya diri berada di negeri samudera ilmu ini. Karena bahasa yang digunakan masyarakat di sini adalah Bahasa Arab Fushah tidak berbeda jauh dengan bahasa yang dipelajari di pondok. Hanya saja ada sebagian masyarakat yang menggunakan  bahasa Darijiah atau Syuqiah yaitu bahasa arab pasaran yang sedikit berbeda dengan bahasa arab Fushah. Seperti:

Syunu : Apa?

Ismak maen : Siapa namamu ?

Keif akhbaaruk : Bagaimana kabarmu?

Di atas adalah bahasa arab pasaran yang sering muncul dalam percakapan sebagian masyarakat Sudan, sedikit aneh memang, tapi semua kosa kata itu bisa kita pelajari dengan seringnya kita berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat, jadi masalah bahasa tidak perlu hawatir karena pondok telah memberikan bekal bahasa dan ilmu pengetahuan lain.

Ada orang yang bertanya “Mengapa memilih belajar di Sudan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami akan menyebutkan beberapa keunggulan menuntut ilmu di negeri samudera ilmu ini, diantara keunggulan belajar di Sudan adalah adanya kebebasan yang diberikan oleh pemerintah kepada setiap penuntut ilmu yang datang dalam bermanhaj, berpola pikir, serta menyatakan pendapat dalam menerapkan ilmu agama.

Lalu keunggulan lainnya adalah penerapan Bahasa Arab Fushah didalam kampus, juga bahasa yang digunakan masyarakat cukup dikenal sebagai bahasa fushah dibanding negara lain. Selain itu, dengan keadaan negara yang masih sederhana dan berkembang, ditambah cuaca yang panas dan kering menjadi tantangan asyik tersendiri bagi pelajar yang benar-benar ingin mencari ilmu.

Oleh karena itu kami berani mengatakan bahwa Sudan adalah tempat yang tepat untuk para santri khususnya untuk berlatih, kita bisa melatih kesederhanaan, kesungguhan, kesabaran, keikhlasan serta keistiqomahan dalam menuntut ilmu. Sebenarnya hal di atas sudah biasa dijalankan para santri saat menuntut ilmu di pesantren, dengan kata lain sebenarnya para santri sudah berada dalam track yang benar dan baik selama di pesantren. Maka untuk para santri jangan pernah memutuskan berhenti atau menyerah tetaplah berada pada track yang baik tersebut.

Ada banyak jalan untuk bisa sampai ke negeri Sudan, diantaranya adalah jalur Seleksi Timur Tengah yang setiap tahunnya diadakan oleh Kemenag RI, lalu ada jalur MoU antara pesantren dengan Universitas di Sudan, juga ada jalur Kedutaan yang biasa dikenal dengan jalur sifaroh. Karena jalan sudah ada sisanya adalah tinggal bagaimana kita menumbuhkan keinginan belajar di hati kita, bagaimana kita memulai, dan bagaimana kita memacu diri kita sendiri karena tidak ada yang bisa memberikan pengaruh pada diri sendiri kecuali diri kita sendiri. /Ari Khoirul Umam