Pimpinan Pondok Audiensi Dengan Menag Soal RUU Pesantren

Yogyakarta, 11 Oktober 2018, Pimpinan Pondok Modern Al-Ikhlash beserta beberapa pengasuh pesantren yang tergabung dalam Forum Konunikasi Pesantren Muadalan (FKPM) Asosiasi Ma’had Aly, dan Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal mengadakan audiensi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin. Audiensi yang diprakarsai oleh FKPM tersebut dijadwalakn Menag pukul 9.00 di D.Omah Yogyakarta untuk mendengarkan masukan RUU Pesantren serta ditanggapi oleh Menag dengan sangat positif. Lukman Hakim menjawab beberapa usulan dan pertanyaan para pengelola pesantren tersebut menyatakan bahwa Pemerintah (Kemenag) menjamin RUU Pesantren akan sesuai dengan harapan para pimpinan pesantren. Menurutnya kedudukan DPR dan Pemerintah dalam menentukan UU itu setara, UU tidak akan jadi jika satu point saja tidak disetujui pemerintah, begitu juga sebaliknya, tegasnya.

Mendengar jaminan tersebut para pimpinan pesantren merasa lega dan memohon naskah RUU Pesantren jika sudah secara resmi diterima pemerintah agar dibahas bersama pihak pesantren sebagai user dari UU tersebut. Menaggapi hal ini Menag berjanji akan melibatkan tim dari pesantren untuk mengkritisi RUU tersebut sebelum diundangkan.

dalam kesempatan itu pimpinan pondok Dr. M. Tata Taufik menyampaikan bahwa perjuangan UU Pesantren merupakan titik awal membangun peradaban, menurutnya ke depan diharapkan Indonesia mampu menyodorkan model pendidikan asli Indonesia yaitu pendidikan pondok pesantren bersanding sejajar dengan pendidikan nasional, jadi nantinya ada dua sitem pendidikan yang memberikan pilihan kepada masyarakat untuk memilih model pendidikan mana yang cocok bagi mereka. Bahkan lebih dari itu, diharapkan model penddikan pesantren ini bisa ditawarkan kepada masyarakat Internasional, ungkapnya.