Idul Adha 1439 H: Mari Bertakbir

Hari raya dalam Islam dimulai dengan takbir, dideklarasikannya kebahagiaan individu, kehidupan bagi pria maupun wanita, dan hidupnya anak-anak maupun orang dewasa, hari raya kita adalah berisikan tahlil dan takbir.

Saat adzan kita bertakbir! Ketika iqomah kita bertakbir! Saat mulai shalat kita bertakbir!, ketika menyembelih hewan qurban, kita bertakbir! Ketika anak lahir kita bertakbir! Ketika di medan perang kita bertakbir! Dan ketika tiba hari raya, kita sambut juga dengan takbir pula.

Hari raya suatu kalimat yang singkat; tapi mampu menimbulkan keceriaan wajah, kebahagiaan hati, mengingatkan seseorang akan keluarganya, mengingatkan yang sakit akan sehatnya, yang miskin akan kebutuhannya, yang lemah akan kuatnya, dan yang jauh akan negara dan keluarganya, anak yatim akan bapaknya, orang msikin akan kehbutuhan hidup yang suci, mengingatkan setiap insan akan Allah SWT yang maha kuat dan perkasa, maha kaya dan maha mulia.

Hari Raya dalam Islam bukan dibangun atas hawa nafsu dan keserakahan, dilaksanakan atas pelanggaran terhadap hal-hal yang haram, atau melabrak semua ketentuan Allah.

Hariraya adalah bentuk ketaatan dilaksanakan juga dengan ketaatan; idul fitri berhubungan dengan bulan romadlon, bulan puasa dan bulan al-Qur’an, yang memngingatkan akan besarnya hidayah al-quran, musim itu ditutup dengan rasa syukur dan takbir.

Idul Adha dihubungkan dengan ibadah haji , suatu musim ditutup dengan syukur dan takbir.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ﴾ [البقرة: 203]

Suatu kenangan yang selalu diulang-ulang setiap tahun dari generasi ke generasi, dari tempat ke tempat, hingga bertambah mantaplah keimanan, dan menguatlah keyakinan, meningkatlah kesucian jiwa, selama sekian hari, bertakbir, maka bertambahlah gejolak darah dalam hati siang dan malam, menumbuhkan rasa malu, memperbaharui jiwa/semangat, menambah iman, setiap siang dan malam, seakan mengingatkan kita: Wahai wahai peminat kejahatan, stop! Wahai wahai para peminat kebaikan bersegeralah! Wahai jiwa yang soleh, berbaghagialah!wahai hati yang takwa, berbagnggalah karena takwamu!wawahi pemilik sorga bersiaplah, wahai hamba-hamba Allah bersegeralah untuk taat kekada Allah! Cinta kepada Allah, dan rahmatNya!

Beruntunglah:

  • Yang menjalankan puasa lalu shalat
  • Yang berkorban lalu taat kepada Allah
  • Yang beristigfar waktu sahur
  • Yang berinfak siang dan malam hari
  • Berbahagialah ummat Islam, betapa indahnya agama ini menyeru umatnya.
  • Yang menyeru umatnya untuk berhaji ke baitullah, hari-hari enuh syukur dan dzikir, hari-hari penuh kesucian jiwa, maka semua kesesatan dan para penyerunya menjadi kecil, Allah Akbar!

Disraikan dari Khutbah Idul Adha 1439 H Di Mesjid Darussalam Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash