2. Hindari Sikap Sombong

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

مَنْ تَعَاظَمَ فِى نَفْسِهِ وَاخْتَالَ فِى مِشْيَتِهِ لَقِىَ اللهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ (رواه حاكم)

“Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang menganggap dirinya besar, congkak dalam berjalan, ia bertemu dengan Allah dalam keadaan marah. (H.R. Hakim)”

Kandungan Hadits:

  • Hukuman bagi orang yang sombong.
  • تَعَاظَمَ maksudnya memiliki keyakinan pada dirinya bahwa ia berhak untuk diagungkan melebihi orang lain, atau bisa juga berarti mengharapkan untuk diagungkan. Bisa juga bermakna takabur.
  • Menurut Ghazali dalam buku “Bidaayatul Hidayah” bahwa al-‘Ujbu wa al-Kubru wa al-fakhru, berarti seseorang melihat dirinya dengan pandangan mulia dan agung serta melihat orang lain dengan pandangan hina. Ini bisa dilihat dengan tanda-tanda seperti meninggi-ninggikan dirinya dalam berbagai majlis serta menonjolkan diri dan tidak mau kata-katanya disanggah atau ditolak pendapatnya. Dengan singkat dapat dikatakan barang siapa yang melihat dirinya lebih baik dari orang lain adalah mutakabir.
  • Hadits ini menunjukkan bahwa takabur hukumnya haram dan menjadi sebab bagi pelakunya untuk dapat murka dari Allah SWT.