Istiqomah Lebih Bernilai Dari Karomah

عن عمر و قيل ابي عمرة سفيان بن عبد الله الثقفي رضي الله عنه، قال : يا رسول الله، قل لي في الاسلام قولا لا اسأل عنه احدا غيرك. قال : قل آمنت بالله، ثم استقم. (رواه مسلم)

Dari Abu ‘Amr, dan ada yang mengatakan dari Abu Amrah Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqafi Radhiyallahu ‘anhu, berkata : “Aku berkata, Ya Rasulullah! Katakanlah kepadaku dalam Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang selain engkau. Beliau menjawab, “katakanlah : aku beriman kepada Allah SWT, kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim)

Istiqomah secara bahasa berarti al-I’tidal (lurus). Dikatakan aqaama asy-Syai-a wa istaqaama artinya lurus dan mapan. Sedang menurut syar’iat, istiqomah adalah meniti jalan lurus yaitu agama yang lurus (Islam) tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri. Istiqomah mencakup melakukan seluruh ketaatan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dan meninggalkan seluruh yang dilarang.

Banyak sekali perkataan para sahabat, tabi’in dan ulama dalam mendefinisikan istiqomah. Namun disini penulis tidak akan membahas secara detail mengenai istiqomah, melainkan hanya sedikit berbagi cerita tentang istiqomah yang merupakan karomah tertinggi yang Allah berikan kepada hambanya. Cerita ini bermula dari jawaban seorang syeikh ketika ditanya tentang karomah yang dimiliki oleh gurunya.

Beliau menjawab : “Tidak ada karomah yang lebih utama melebihi karomah istiqomah dan husnul khotimah. Maka keistiqomahan serta husnul khotimah beliau (red: guru dari syeikh) adalah salah satu karomah beliau. Namun terkadang kita lebih suka melihat karomah itu dalam bentuk hal-hal yang menakjubkan, bukan begitu yang kamu maksud?” Ujar beliau sambil tersenyum. “Baiklah, akan saya ceritakan beberapa dari karomah beliau”, lanjutnya.

  • Dulu, beliau (red: guru dari syeikh) difitnah menjadi mata-mata prancis di mesir dan akhirnya beliau dimasukan kedalam penjara. Lalu sampailah pada keputusan hakim untuk menghukum mati beliau. Ketika berada didalam penjara sang hakim mendatanginya dan memberi tahu keputusannya untuk menjatuhkan hukuman mati. Lalu kemudian beliau berkata “Bukan aku, tapi kaulah yang akan mati sebelum hari hukuman matiku tiba.” Dan benar, tak lama setelah itu sang hakim meninggal dunia.
  • Aku (red: syeikh) seperti biasa mengunjungi rumah istri beliau setelah kepulangannya ke rahmatullah di kediaman sang istri. Ketika aku datang beliau (red: istri gurunya) bercerita “Aku, bertahun-tahun hidup bersama suamiku, dan tidak pernah ada orang yang mengetuk pintu rumah, kecuali suamiku mengetahui siapa orang yang datang sebelum orang tersebut mengetahui namanya suamiku selalu bilang: bukakan pintu untuk si fulan.”
  • Suatu hari beliau (red: guru dari syeikh) sedang mempelajari kitab Ushul Fiqh karya Imam Sya’roni. Beliau merasa sangat sulit sekali untuk memahami kitab tersebut. Berkali-kali dibaca dan mencoba untuk memahami tapi tetap tidak berhasil juga, hingga akhirnya beliau memutuskan untuk mengirimkan kepada orang tuanya yang berada di Maroko dan memberitahukan kesulitannya tersebut. Dalam surat balasan, sang ayah memerintahkannya untuk menziarahi makam Imam Sya’roni yang tak lain adalah pengarang buku yang sedang beliau pelajari, beliau diperinhkan untuk mendoakannya, mengirimkan al-fatihah dan menyampaikan kepadanya bahwa kitab beliau sangat sulit dipahami. Kemudian beliau pergi bergegas melaksanakan apa yang diperintahkan sang ayah. Sepulangnya dari ziarah beliau tertidur. Didalam tidurnya, Imam Sya’roni menerangkan kepada beliau isi kitabnya secara keseluruhan hingga beliau paham dan mengerti kitab tersebut.

“Nah senangkan kalian jika mendengar kisah-kisah yang sepeerti ini?,” ujar beliau ( red: syeikh) sambil tersenyum. Beliau melanjutkan perkataannya sekaligus menutup ceritanya “Diberikan keistiqomahan oleh Allah SWT itu sudah merupakan karomah yang tertinggi. Maka barangsiapa yang telah Allah berikan keistiqomahan lalu meminta karomah, maka sesungguhnya dia telah meminta sesuatu yang lebih rendah dan melepaskan sesuatu yang lebih tinggi.”

الاستقامة خير من الف كرامة

الاستقامة هي عين الكرامة

Allahummarzuqna al-istiqomah

Allahumma Sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa diberikan keistiqomahan oleh Allah SWT.  Amiin

________________

* Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash tahun 2014 yang sedang menimba  ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.