Peringatan Tahun Baru 1439 Hijriyah

Al-ikhlash-Menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, Pondok pesantren Modern Al-Ikhlash, Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat  menggelar acara malam peringatan tahun baru hijriyah 1439 H, Yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati ponpes modern al-ikhlash serta para asatidz dan asatizdzah, bertempat dibalai pertemuan an-nur, rabu 20/09/2017.

Dengan terselenggaranya acara ini guna untuk menggali makna tahun baru hijriyah karna dalam tahun hijriyah merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi ummat muslim, ketika itu terjadi peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari kota mekkah ke kota madinah yang memerlukan perjuangan yang sangat besar untuk ummatnya. Maka dari itu panitia penyelenggara berinisisatif untuk menggelar malam peringatan tahun baru hijriyah 1439 H, dengan harapan bisa mengingatkan kembali pada umat islam tentang bagaimana kecintaan seorang rasulullah kepada umatnya, dan juga untuk para santri khususnya senantiasa bisa menambah wawasan serta mengambil hikmah dan pelajaran.

Kemudian disamping itu al-ustadz Diding Mujahidin MA, selaku pembicara menyampaikan khutbahnya dalam acara malam peringatan tahun baru hijriyah 1439 H, beliau menyampaikan “ kita bersyukur dipondok kita bisa memperingati tahun baru hijriyyah ini diselingi dengan hal yang positif, yaitu dengan berkumpul bersama untuk mendengarkan wejangan atau nasihat dan itu patut kita syukuri. Tutur beliau.

Kemudian beliau juga menyampaikan tentang makna dan hikmah bulan muharram beliau berkata

Pertamakenapa disebut bulan muaharram? para ulama berpendapat bahwa muharram itu yang diharamkan, apa yang diharamkan? Yaitu Peperangan, bahwa sanya pada bulan itu tidak boleh ada peperangan, meskipun perang itu adalah jihad fi sabilillah (jihad di jalan Allah SWT)., kemudian

Kedua  bulan muharram disebut juga bulan Syahrullah atau bulannya Allah, karna ini adalah bulannya Allah maka para ulama salaf berijtihad untuk mengisi bulan muharram ini dengan amal ibadah diantaranya berpuasa.

Ketiga bulan muharram ini adalah pembuka yaitu pembuka ketika nabi Muhammad hijrah dari mekah ke yatsrib (madinah).

Kemudian yang terakhir dibulan muharram ini dilipat gandakannya amal ibadah kita, amal keabjikan kita dan dilipat gandakan pula iqob atau perbuatan dosa kita, maka dari dari itu para ulama salaf mengisi bulan muharram ini dengan amal-amal kebajikan yang lebih baik. Tutur beliau dalam khutbahnya.

Beliau juga menambahkan dalam khutbahnya itu “bulan muharram ini memiliki momentum yang sangat penting bagi umat islam, dari peristiwa hijrah itu nabi Muhammad SAW bertujuan memperbaiki peradaban ummat, memperbaiki peradaban masyarakat madinah pada waktu itu, dimana beliau menyatukan kaum Muhajirin dengan Anshor, darisitulah beliau SAW ingin meningkatkan peradaban dan memperbaiki kehidupan  kaumnya. tujuan nabi Muhammad SAW hijrah dari mekkah ke madinah itu adalah bertujuan membuat sebuah perubahan kepada suatu yang lebih baik. Kemudian beliau juga menuturkan “hijrah itu dari asal kata Hajar هجر) ) yang berarti pindah, arti sebenarnya hijrah adalah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik menuju kepada kebiasaan-kebiasaan yang baik. Dari ditulah beliau berpesan kepada para santri semua agar bisa membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang baik pula.