Bulan Suci Ala Negri Para Nabi

Oleh Imam Mutaqin*

Bulan suci Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat islam, karena bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan ini juga dipenuhi berbagai kautamaan, salah satunya adalah dilipat gandakannya ganjaran bagi setiap amalan baik, dimana itu menjadi ladang yang sangat subur dan menjanjikan untuk ditanami dengan berbagai bibit baik dan unggul. Maka tak heran jika orang semakin berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dibulan suci ini.

Ramadhan di Mesir terasa sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan di Indonesia, selain perbedaan waktu berpuasa yang sedikit lebih lama dari waktu berpuasa di Indonesia, ada banyak sekali tradisi baik yang bisa ditiru oleh kita terutama semangat memberi dan berbagi mereka yang semakin meninggi di bulan suci.

Sepanjang bulan ramadhan akan banyak sekali ditemukan tempat-tempat yang menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka puasa secara gratis atau lebih dikenal dengan maidaturrahman. Menjelang magrib biasanya sangat jarang ditemukan mobil yang masih berlalu-lalang di jalanan, sebaliknya jalanan malah ramai dipenuhi oleh orang-orang yang hendak berbuka puasa entah itu di masjid-masjid ataupun di pinggir jalan dimana sudah terdapat banyak sekali meja-meja yang berjejer rapih siap dengan hidangan aneka ragam makanan untuk berbuka puasa dan tentu saja disajikan secara gratis.

Makanan yang disajikan pun beragam biasanya terdiri dari daging sapi atau ayam, nasi, isy (roti gandum), sayur kentang, sayur kacang, buah-buahan dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi kata ‘gratis’ tidak dapat menurunkan kualitas makanan kan?  Hebatnya lagi tak ada pengecualian sehingga semua orang boleh datang dan menikmatinya selama masih terdapat makanan. Tak jarang pula kita melihat orang yang berjualan buah-buahan di pinggir jalan membagikan buahnya kepada para pejalan kaki atau pengendara mobil yang kebetulan lewat ketika adzan berkumandang. Para mahasiswa yang tinggal disana tidak direpotkan dengan urusan menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, tinggal berjalan ke masjid atau ketempat terbuka yang menyediakan Maidaturrahman . semangat berbagi yang indah bukan? apalagi jika kita mengingat bagaimana pahala ketika memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa.

Semangat memberi mereka tidak hanya berhenti di maidaturrahman saja, pada hari dan tempat tertentu biasanya banyak para dermawan yang membagikan hartanya pada orang yang membutuhkan baik berupa uang ataupun sembako, di Mesir lebih dikenal dengan sebutan Musaadah. Apalagi memasuki sepuluh akhir ramadhan biasanya nominal uang yang dibagikan akan semakin besar, bisa mencapai 200 pound (setara dengan Rp. 300.000,-) atau bahan lebih dari itu. Benar-benar tradisi memberi yang luar biasa bukan? Apalagi jika mengingat sabda Rasulullah SAW “Shadaqoh yang paling utama adalah shadaqoh pada bulan Ramadhan” (HR. at-Tirmidzi).

Selain semangat memberi dan berbagi, tradisi yang patut dicontoh lainnya adalah membaca al-quran dibulan suci Ramadhan atau biasa disebut tadarus oleh masyarakat Indonesia. Orang muslim mesir banyak meluangkan waktunya untuk membaca al-quran. Mereka tidak hanya membaca al-quran di masjid atau di rumah saja, orang tua ataupun muda mereka biasanya selalu membaca al-quran dimana saja, di toko sambil menunggu pembeli, di dalam bus, di tempat pemberhentian bus, di Tramco (angkutan umum) bahkan di tengah hiruk pikuk pasarpun kadang kita mendapati orang-orang yang sibuk membaca al-quran. Secara umum biasanya mereka  melantunkan al-quran dengan suara yang pelan. Semangat membaca al-quran yang layak ditiru bukan? Inilah beberapa contoh tradisi orang mesir di bulan suci ramadhan yang menurut hemat penulis akan sangat baik jika bisa kita contoh dan terapkan di masyarakat kita.

Video di bawah ini menggambarkan suasana berbuka puasa Maaidaturrahman beberapa mahasiswa Al-Azhar Indonesia di Mesir