Perjalanan Daurah Bahasa & Kebudayan di Univ Islam Madinah 2016

Tepat jam 18.00 WIB hari kamis tanggal 28 januari 2016 peserta Dauroh Bahasa dan kebudayaan yang berjumlah 24 orang take off dari bandara Sukarno Hatta menuju Madinah Saudi Arabia. Para peserta dauroh berasal dari guru di pesantren, dosen di Perguruan Tinggi dan para pengelola yayasan yang berada di seluruh wilayah Indonesia yang meliputi Aceh, Medan, Sumatra Barat, Jakarta, Bogor, Kuningan, Cirebon, Solo, lamongan, Jombang, Kalimantan, Papua dan Flores.
Kegiatan dauroh ini merupakan kerjasama antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dengan Universitas Islam Madinah. Dauroh tersebut berlangsung dari tanggal 31 Januari sampai dengan 26 Pebruari 2016 dengan tujuan untuk mengetahui bahasa Arab, methode pengajaran bahasa dan pemahaman kebudayaan bangsa Arab.
Jadwal kegiatan dauroh ini cukup padat layaknya jadwal kuliah para mahasiswa. Dimulai dari hari Ahad sampai hari kamis jam 08.00-12.00 dengan materi qiro’ah, kitabah, ta’bir, tsaqofah Islamiyah, dan tadribat. Adapun hari Jum’at dan sabtu libur namun digunakan untuk ziyarah tempat tempat bersejarah di sekitar Madinah dan Makkah. Setiap hari ba’da ashar sampai ba’da isya peserta dauroh berkesmpatan untuk sholat berjamaah di masjid Nabawi. Mereka menggunakan fasilitas bus kampus yang siap antar jemput.

ZIAYARAH MASJID QIBLATAIN, MASJID QUBA, MUSIUM DAN JABL UHUD

Pada libur minggu pertama hari jumat dan sabtu para peserta dauroh diberi kesempatan untuk berziarah ke masjid Qiblatain, masjid Quba, musium dan jabl Uhud yang letaknya hanya sekitar 10 Km dari Kampus UIM. Empat tempat ini merupakan tempat yang memiliki sejarah yang luar biasa bagi umat Islam, Tempat- tempat bersejarah tersebut bagian dari kisah perjalanan perjuangan dan dakwah Rasululloh di Madinah. Sampai saat ini tempat tempat tersebut ramai dikunjungi baik oleh jamaah umroh, haji maupun wisatawan dari berbagai Negara Islam.

UMROH DAN KUNJUNGAN KE PABRIK PEMBUATAN KISWAH
Ibadah umroh merupakan ibadah yang sangat dicita citakan oleh semua umat muslim tidak hanya bagi muslimin Indonesia tetapi bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Karena ada kerinduan yang mendalam untuk bisa beribadah di Masjid Al haram, di depan Ka’bah (Baitullah). Di depan Ka’bah umat Muslim bisa memohon ampunan, berdoa, bermunajat sepuas mungkin kepada Allah SWT. Alhamdulillah para peserta dauroh di minggu kedua ( Rabu-Jum’at) berkesampatan untuk menunaikan ibadah umroh bersama. Tanpa disadari air mata berlinang tatkala melihat dan menyaksikan Ka’bah (Baitullah) yang penuh dengan kebesaran Allah SWT. Subhanallah walhamdulillah hati ini terasa khusyu’ dan damai berada dihadapannya.
Sehari setelah selesai melaksanakan ibadah umroh para peserta dauroh berkunjung ke pabrik pembuatan kiswah(kain penutup Ka’bah) yang letaknya hanya beberapa kilometer dari Masjid al Haram. Di Pabrik kiswah ini kami melihat tempat pemintalan benang sampai menjadi kain kiswah yang menggunakan mesin tenun modern dengan teknologi komputer, tempat pemintalan yang menggunakan alat tradisional yang sekarang sudah tidak dipakai lagi dan tempat pembuatan sabuk emas atau kaligrafi ayat-ayat suci Al Qur’an.
Pembuatan sabuk emas terdiri dari 16 bagian, yang semuanya dikerjakan oleh pekerja laki-laki yang sangat terampil merajut benang emas dengan rapi. Kiswah terdiri dari 3 lapis yaitu warna putih, hijau dan hitam.

Menurut informasi yang kami dapat dari pemandu kunjungan Pabrik kiswah, biaya produksi pembuatan kiswah sebesar 16-20 juta riyal atau sekitar 40-50 miliar rupiah. Waktu pembuatan kiswah sekitar 4 bulan, untuk penyelesaian keseluruhannya kurang lebih satu tahun karena kiswah Ka’bah diganti setahun sekali setiap tanggal 9 Dzulhijjah pada saat jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah. Kiswah yang bekas dipakai akan dipotong-potong untuk dibagikan kepada para pemimpin negara yaitu raja-raja atau presiden.
Setelah mengunjungi Pabrik kiswah, kami ke Museum Ka’bah yang terletak disebelah Pabrik kiswah. Museum ini berisi benda-benda bersejarah mengenai Ka’bah yaitu komponen ka’bah jaman dahulu; mulai dari tangga, pintu-pintu, kunci, tiang penyangga, kiswah (kain penutup) yang terdiri dari kain luar berwarna hitam dan dalam berwarna hijau, juga ada logam pelindung hajar aswad yang berupa lempengan berbentuk oval. Selain komponen ka’bah, juga terdapat pemintal kain kiswah, sumur zamzam tempo dulu, kantong air yang terbuat dari kulit, beberapa batu dengan pahatan tulisan arab, manuskrip, serta Al-quran tulisan tangan dari jaman ke jaman. Bukan hanya itu saja, di sana juga tersimpan satu dari tiga bekas tiang penyangga di dalam Ka’bah yang tingginya sekitar 14 meter, juga ada tangga Ka’bah dari kayu yang usianya lebih dari 400 tahun.

KUNJUNGAN KE PERCETAKAN MUSHAF AL QUR’AN
Alhamdulillah di minggu ketiga tepatnya pada hari senin tanggal 22 Februari /13 rabiul akhir para peserta dauroh bisa berkunjung ke percetakan Al qur’an yang lokasinya bisa ditempuh dalam sepuluh menit dari kampus UIM.
Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif, begitu nama percetakan Al Quran terbesar di dunia. Percetakan ini terletak di jalan menuju Kota Tabuk, sekitar 10 Km dari Madinah. Kompleks Percetakan Al Quran ini sudah berdiri sejak tahun 1405H(1984M). Di tempat para peserta dauroh berwisata sekaligus menambah ilmu dan wawasan tentang sejarah perkembangan Al Quran. Di dalam komplek percetakan yang sangat luas ini (25 hektar) terdapat juga juga sejumlah fasilitas lainnya seperti bangunan kantor utama, rumah sakit, gudang, kantin, rumah tinggal karyawan, toko, dan masjid.

Gedung percetakan itu sendiri berbentuk seperti gudang. Di dalamnya terdapat mesin cetak berukuran besar dalam jumlah banyak, serta mesin pemotong kertas. Di lantai dasar, kami akan melihat lembaran bakal Al Quran yang sudah dicetak, tapi belum dipotong dengan ketinggian mencapai tiga hingga empat meter!

Menurut petugas, naskah yang disiapkan ditulis tangan oleh para ulama ahli Al Quran. Dalam perkembangannya kemudian, percetakan ini juga melakukan diversifikasi produk berupa kaset Al Quran serta kepingan CD. Percetakan juga mencetak Al Quran terjemahan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Subhanallah perjalanan dauroh ini banyak memberikan kenagan yang tidak akan terlupakan, disana kita banyak mendapatkan ilmu, bisa beribadah di Baitullah dan masjid Nabawi yang penuh dengan keberkahan. Ya Allah perkenankan kami untuk bisa kembali berkunjung ke Mekkah dan Madinah di kesempatan yang akan datang. Amin.